Radikal bebas adalah suatu atom, molekul, atau ion yang
mempunyai elektron tak berpasangan. sehingga molekul
tersebut menjadi tidak stabil dan selalu berusaha mengambil elektron dari
molekul lain. Elektron
yang tak berpasangan ini membuat radikal bebas sangat reaktif terhadap senyawa
lain atau terhadap sejenisnya . Radikal bebas
dihasilkan dari pemecahan homolitik dari ikatan kovalen.
Radikal
bebas sangat reaktif karena mereka memiliki kecenderungan kuat untuk
memasangkan elektron tidak berpasangan dengan elektron lain dari atom manapun
yang ada. Pasangan ini sangat berumur pendek dan terjadi hanya sebagai
intermediet reaksi. Molekul-molekul
radikal bebas dapat berdimerisasi atau berpolimerisasi secara spontan jika
bersentuhan satu sama lain.
Misalnya, pemisahan gas klor karena
ultra-violet menghasilkan radikal bebas klorin:
Dalam reaksi kimia,radikal bebas
sering dituliskan sebagai titik yang ditempatkan pada simbol atom atau molekul.
Contoh penulisan radikal bebas berikut sebagai hasil dari pemecahan homolitik:
Cl2 → Cl• +
Cl•
Mekanisme reaksi radikal menggunakan panah bermata tunggal untuk menjelaskan pergerakan elektron tunggal :
Pemutusan
homolitik pada pemecahan ikatan digambarkan dengan penarikan satu elektron. Radikal
bebas juga memainkan peran terhadap adisi radikal dan substitusi radikal
sebagai intermediet yang sangat reaktif. Reaksi rantai melibatkan radikal bebas
yang biasanya dibagi menjadi tiga tahap, meliputi inisiasi, propagasi dan
terminasi. Contoh dalam hal ini adalah reaksi klorinasi metana.
Inisiasi
Inisiasi adalah tahap pembentukan awal radikal-radikal bebas. Hal ini menyebabkan jumlah radikal bebas meningkat pesat. Dalam klorinasi metana, tahap inisiasi adalah pemutusan secara homolitik ikatan Cl-Cl.
Cl2 → Cl• + Cl•
Propagasi
Propagasi adalah reaksi yang melibatkan radikal bebas yang mana jumlah radikal bebas akan tetap sama. Setelah terbentuk, radikal bebas klor akan menjalani sederetan reaksi. Tahap propagasi yang pertama adalah radikal bebas klor yang merebut sebuah atom hidrogen dari dalam molekul metana, menghasilkan radikal bebas metil dan HCl.
Cl• + H:CH3 + 1 kkal/mol →
H:Cl + •CH3
Radikal bebas metil juga sangat reaktif. Dalam tahap propagasi kedua, radikal
bebas metil merebut sebuah atom klor dari dalam molekul Cl2.
Terminasi
Terminasi adalah reaksi yang berujung pada turunnya jumlah radikal bebas. Tahap ini adalah tahap untuk menghilangan atau mengubah radikal bebas menjadi radikal bebas stabil dan tidak reaktif. Umumnya, penurunan ini diakibatkan oleh adanya penggabungan radikal bebas yang masih tersisa.
Cl• + •CH3 → CH3Cl
*permasalahan:
Bagaimanakah proses terbentuknya radikal bebas melalui reaksi redoks ?
Reaksi redoks adalah bilangan oksidasi (keadaan oksidasi) atom-atom dalam sebuah reaksi kimia. Hal ini dapat berupa proses redoks yang sederhana seperti oksidasi karbon yang menghasilkan karbon dioksida, atau reduksi karbon oleh hidrogen menghasilkan metana(CH4), ataupun ia dapat berupa proses yang kompleks seperti oksidasi gula pada tubuh manusia melalui rentetan transfer elektron yang rumit.
BalasHapuspembentukan radikal bebas melalui pernapasan : Ketika manusia bernafas maka akan masuk gas oksigen yang berperan untuk melakukan pembakaran gula untuk dijadikan CO2, H2O serta energi. Oleh karena itulah tubuh menjadi segar dan tidak lemas. O2 berperan penting untuk menopang kelangsungan kehidupan manusia. Jika pasokan O2 kedalam tubuh terganggu sudah dapat dipastikan dapat membahayakan kehidupan itu sendiri.
Menurut saya, radikal bebas (R*) dapat terbentuk dari senyawa non radikal melalui reaksi kimia redoks (menerima atau melepaskan elektron), melalui penyerapan radiasi (ionisasi, UV) atau jika ikatan kovalen dalam suatu senyawa pecah (homolitic fusion) atau karena adanya reaksi Fenton.
BalasHapuspembentukan radikal bebas melalui reaksi redoks
Reaksi Fenton (Redoks)
Fe2+ + H2O2—->Kompleks perantara Fe3+ + OH* + OH-
Cu+ + H2O2 —->Cu2+ + OH* + OH-
Radikal bebas (R*) dapat terbentuk dari senyawa non radikal melalui reaksi redoks (menerima atau melepaskan elektron), melalui absorpsi radiasi (ionisasi, UV) atau jika ikatan kovalen dalam suatu senyawa pecah (homolitic fusion) atau karena adanya reaksi Fenton (redoks)
BalasHapusRadikal bebas merupakan molekul yang paling reaktif yang boleh menyebabkan kerosakan dan kematian sel. Komponen sel biasanya rosak akibat serangan radikal bebas termasuk asid lemak poli tak tepu dalam membran sel, protein seperti enzim dan pengankutan ion membran dan asid nuklear deoksiribosa (DNA).
BalasHapusradikal bebas dapat terbebtuk dari senyawa non radikal
pembentukan radikal bebas dalam reaksi redoks adalah
Fe2+ + H2O2—->Kompleks perantara Fe3+ + OH* + OH-
Cu+ + H2O2 —->Cu2+ + OH* + OH-